2015, RI terancam kurang pangan
Jumat, 22 September 2006 09:56:00 | Berita Nasional | (0 view)
Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono yudhohusodo mengatakan laporan FAO menyebutkan dunia akan makin berkecukupan pangan, lebih tinggi dibandingkan pertambahan jumlah penduduk.
Namun, laporan tersebut juga memperkirakan pada 2015, sebanyak 580 juta penduduk dunia akan kekurangan pangan, karena peningkatan produksi makanan itu hanya terjadi pada negara-negaramaju, sedang di negara berkembang terjadi penurunan produksi makanan.
Akibatnya, "Impor pangan negara berkembang dari 170 juta ton pada 1995, menjadi 270 juta ton pada 2030. Sementara itu, ekspor negara-negara maju naik dari 142 juta ton pada 1995, menjadi 280 juta ton pada 2030." Katanya di Jakarta, kemarin.
Indonesia, menurut dia, sangat berpotensi menjadi kelompok kekurangan pangan, jika pemerintah masih menerapkan kebijakan impor beras, dibandingkan merealisasikan program revitalisasi pertanian meningkatkan produksi.
Dia menilai masalah impor beras yang mencapai 210 juta ton pada 2006 bukan jumlah yang besar.
Namun, jelasnya, pemerintah harus lebih serius memerhatikan peningkatan produksi pertanian, agar Indonesia tidak mengarah menjadi negara importir.
"Rencana impor besar pemerintah pada 2006 ini dari sisi jumlah memang tidak banyak, tapi pola pikir impor itu perlu diubah, karena dampaknya bisa mengakibatkan krisis pangan di Indonesia di masa mendatang."
Ini pula yang menjelaskan, kenapa RI harus impor garam 60%, dari total kebutuhan, jagung 30%, kedelai 45%, gula 36%, susu 70%, sapi 30%.Sumber :Bisnis Indonesia
Ini pula yang menjelaskan, kenapa RI harus impor garam 60%, dari total kebutuhan, jagung 30%, kedelai 45%, gula 36%, susu 70%, sapi 30%.Sumber :Bisnis Indonesia

