Sungai Babura Kembali Meluap, Ratusan Rumah Terendam

Camat Medan Polonia Aldi Agustian S.Sos, MM dan Camat Medan Baru Drs Ebenezer Karokaro, SH MAP didampingi Kabag Humas Pemko Medan Drs H Arlan Nasution, MAP di Balaikota menjelaskan kepada wartawan, ke-447 rumah yang tergenang di Kecamatan Medan Polonia 139 KK terdiri dari 18 KK di Kelurahan Anggrung dan 121 di Kelurahan Polonia. Sedangkan di Kecamatan Medan Baru, rumah yang tergenang mencapai 308 KK terdiri dari 63 KK di Kelurahan Petisah Hulu, 30 KK di Kelurahan Darat, 125 KK di Kelurahan Padang Bulan dan 90 KK di Kelurahan Titi Rante. Sungai Babura kembali meluap Selasa (31/10) sekira pukul 02.00 dan berangsur surut pada pukul 06.00 WIB. Sejumlah warga sempat mengungsi ke tempat yang dirasa lebih aman. Camat Medan Polonia dan Camat Medan Baru menambahkan, pihak kecamatan, kelurahan dan Kepling telah melakukan serangkaian upaya antisipasi di lapangan, seperti membuka dapur umum dan membuka Pos Kesehatan dengan bekerjasama dengan pihak Puskesmas setempat. "Kita membuka dapur umum di satu lokasi, dan membagi-bagikan makanan seperti mie instan kepada warga, yang mereka masak secara berkelompok bersama keluarga," ujar Camat Medan Polonia Aldi Agustian. Camat Medan Baru Ebenezer Karokaro mengungkapkan, di daerahnya yang terkena genangan air, dibuka tiga dapur umum masing-masing di Jalan Djamin Ginting Gang Dipanegara, Kompleks Pamen dan di dekat Kantor Lurah Titi Rante. Kabag Humas Pemko Medan Drs H Arlan Nasution MAP mengungkapkan, warga Kota Medan yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS) sudah sangat sering mengalami banjir kiriman. "Pihak kecamatan, kelurahan dan Kepling selalu kita ingatkan agar terus bersikap pro-aktif melakukan berbagai upaya antisipasi seperti melakukan evakuasi, membuka dapur umum dan menyiagakan Pos Kesehatan jika musibah ini terjadi. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan apalagi di musim penghujan," ujar Arlan. SERING TERENDAM Berdasarkan pemantauan Analisa di lapangan, Warga Gang Dipanegara, Lingkungan I, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru dan Lingkungan XV, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia sibuk mengembalikan barang-barang yang telah diungsikan. Sebagian warga yang rumahnya dekat dengan sungai, memilih duduk lesehan di teras tetangga yang tidak ikut teredam menunggu air surut. Yani, (30) penduduk setempat mengatakan, air dari banjir kiriman mulai memasuki rumahnya sekira pukul 02.00 WIB, seketika itu dia bersama anak dan saudaranya berkemas-kemas untuk mencari tempat yang lebih aman. Namun, bagi ibu tiga anak ini rumahnya paling sering teredam banjir kiriman. "Saya pertama kali mengungsi dan terakhir kembali ke rumah karena tempatnya sangat dekat dengan sungai Babura," tutur Yani yang siang itu meskipun air surut belum berani pulang ke rumah. Sementara, Wahidun Hasibuan alias Gadong (64) penduduk setempat menambahkan, banjir kiriman kali ini lebih cepat surutnya karena di Medan tidak hujan. Meskipun demikian, dia tetap bersedih karena barang-barang rumah tangganya seperti lemari rusak dipenuhi lumpur yang di bawah banjir. Gadong mengakui mengetahui dari pemuda setempat yang sedang begadang. "Untung saja,ada jeritan banjir. banjir dari pemuda yang begadang, kalau tidak kitapun ikut terendam," tutur Gadong lirih. Kini, meskipun rumah sering dilanda banjir kiriman, dia bersama keluarganya tetap bertahan karena tidak mempunyai tempat tinggal lain. SEMAKIN PARAH Di tempat yang sama, Ketua Pujakesuma Kecamatan Medan Baru, Suparmin, SE menga takan, akibat banjir kiriman jembatan yang menjadi jalur alternatif yang menghubungkan dua kecamatan yakni Kecamatan Medan Polonia dan Medan Baru kondisinya semakin parah. Jembatan yang dibangun tahun 1970-an, kontruksi bangunanya rusak parah, dimana balok penyangga dan kabel sudah lapuk dan mau rubuh. "Jembatan ini bertahan dari kabel yang sudah tidak layak," ungkap Suparmin. Dilanjutkan, meskipun airnya sudah surut. Tapi, warga yang melintas was-was takut terjatuh dan hanyur bersama banjir. SUNGAI DELI Selain sungai Babura, banjir kiriman juga melanda sungai Deli, debit air naik sekira pukul 02.00 WIB sehingga warga masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Deli sempat mengungsikan barang-barangnya di antaranya penduduk Sukaraja, Kampung Baru, Sei Mati, Hamdan, Sukaraja, Jati dan Kamp. Aur. Namun, karena air cepat surut, korban banjir seperti penduduk Jalan Bahdur Jalan Suprapto khususnya anak-anak memanfaatkan dengan bermain loncat dari jembatan. (hers/maf)Sumber :www.analisa.online