Sembilan Tokoh Diundang Berdialog dengan Bush
Jumat, 17 November 2006 10:00:00 | Berita Nasional | (0 view)
Kelima agenda dalam kunjungan sekitar enam jam Bush ke Bogor itu adalah pendidikan, kesehatan, teknologi informasi, bioteknologi, Millenium Development Goal (MDG), dan bencana alam. Kepastian adanya sembilan tokoh masyarakat yang akan diundang dalam diskusi dengan Bush disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/11).
Aburizal yang mengenakan tongkat penyangga tubuh karena pincang kakinya akibat terlalu keras bermain tenis tidak ingat betul kesembilan nama tokoh itu. Kesembilan tokoh itu akan berdiskusi dengan Bush sekitar pukul 18.00 usai pertemuan bialteral kedua kepala pemerintahan.
Menurut Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal, selain mengagendakan lima pokok pembicaraan, dalam pertemuan bilateral antara Presiden dan Bush akan dibicarakan pula masalah Palestina dan Timur Tengah. ”Kita akan memberi masukan dan akan membahas situasi di Palestina dengan Bush,” ujar Dino.
Dalam pembicaraan itu, sikap Indonesia yang mendukung berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sesegera mungkin akan disampaikan kepada Bush. ”Presiden menganggap masalah Palestina sebagai mother of our problems. Kalau Palestina selesai, berbagai masalah Timur Tengah dan politik dunia juga akan selesai,” ujarnya.
Terkait rencana kunjungan Bush, Presiden Yudhoyono memanggil lima pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberi penjelasan mengenai agenda dan posisi Indonesia. Lima pengurus itu adalah Umar Shihab, Nazri Adlani, Sahal Mahfudz, Ahmad Tibraya, dan Nazaruddin Umar.
”Umat Islam kecewa dengan Bush, tetapi sebagai orang timur, kita akan menghargai tamu kita. Banyak umat Islam tidak memahami tujuan konstruktif kunjungan Bush. Kalau konstruktif untuk kepentingan bangsa dan negara, kenapa kita menolak?” ujar Umar.
Dalam pertemuan dengan Presiden, dibahas soal rencana demonstrasi menolak Bush. Menurut Umar, Presiden tidak melarang demonstrasi menolak Bush karena hal serupa juga terjadi di banyak negara yang dikunjungi Bush. Namun, Presiden menyesalkan jika ada perusakan, kekerasan, dan tindakan destruktif dalam demonstrasi itu. Sikap Presiden soal demonstrasi sama dengan sikap MUI.
Sumber :Kompas

