Pembangkit Listrik Alternatif Harus Dikembangkan
”Sebagai bangsa, kita jangan hanya bangga memiliki sumber daya melimpah. Agar jangan jadi bangsa kerdil, kita harus mulai pandai mengolah potensi SDA. Kebetulan, negara kita kaya potensi energi terbarukan yang sangat besar mulai tenaga surya, geotermal (panas bumi), bayu (angin), biomassa, arus laut, hingga ombak,” ujar Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prof Said Djauharsjah Jenie di kampus Institut Teknologi Bandung.
Dalam program kerja saat ini, ungkap Said, pengembangan energi alternatif dan pembangkit listrik terbarukan telah menjadi prioritas BPPT. Terlebih, setelah Presiden mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5/2006 yang berisi Strategi Energi Nasional ”Energy Mix 2025”.
Dalam konsep ini, pemanfaatan energi biofuel diharapkan mencapai 5 persen dari total konsumsi energi nasional. Sementara, energi lainnya yaitu surya, biomassa, angin, dan batubara mencapai 7 persen. Sebaliknya, konsumsi minyak bumi diharapkan turun dari 54,4 persen (2003) menjadi 20 persen saja.

