Mendagri Tindak Lanjuti Instruksi Soal Lebaran
Jumat, 05 Oktober 2007 10:28:00 | Berita Depdagri | (0 view)
Dalam SE itu, Mendagri meminta pemda agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. �Saya langsung hari ini (kemarin) mengeluarkan surat edaran itu,� kata Mendagri Mardiyanto di Gedung Depdagri Jakarta kemarin.
Dia menuturkan, umumnya pemerintahan daerah sudah menyadari kehadiran para pemudik di daerah turut meningkatkan perputaran ekonomi daerah. Karena itu, pemda harus berupaya melayani masyarakat atau pemudik dengan baik, antara lain dengan menjaga ketertiban dan keamanan.� Contohnya, pasar tumpah harus diatur supaya lebih tertib.
Pemda harus mengatur itu, tempatnya diatur,jangan semata-mata mencari retribusi,� katanya. Selain membuat SE bagi seluruh gubernur, Mendagri juga sudah mengirimkan surat ke Kapolri agar bisa menyinkronkan operasi ketupat. Hal itu untuk memastikan keamanan dan kenyamanan terjamin.�Saya juga menginstruksikan gubernur melalui telepon agar betul-betul meningkatkan keamanan dan ketertiban terpadu. Berikan pelayanan yang baik kepada mereka,� kata mantan Gubernur Jawa Tengah ini.
Di tempat terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Amin Syam menegaskan agar semua kantor layanan publik di lingkungan pemda tetap buka dua hari setelah Lebaran Semua aktivitas pemerintahan terkait layanan publik harus berjalan. �Jika tidak, maka semua bisa merugikan masyarakat,� ungkap Gubernur Sulsel di rumah jabatan gubernur,Makassar,kemarin. Menurut dia, pada prinsipnya, pelayanan publik tidak boleh berhenti hanya dengan alasan libur.
Pegawai pemda harus tetap masuk menjalankan tugasnya karena pemerintahan pada prinsipnya bekerja untuk membantu kepentingan masyarakat. Kendati demikian, Amin Syam mengaku belum menerima surat edaran Mendagri agar pemda tidak libur. Namun, pihaknya tetap meminta semua kepentingan masyarakat bisa dilayani saat liburan nanti.
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menegaskan bahwa pembukaan kantor layanan publik yang harus diutamakan saat Lebaran, yakni terkait layanan kesehatan. Menurut dia, setiap Lebaran, pegawai memang libur tetapi khusus instansi yang melayani masyarakat tetap beraktivitas seperti sebelumnya.
�Hingga saat ini, kami sudah mengimbau kepada RSUD Daya untuk tetap melakukan aktivitas mereka dalam pelayanan masyarakat,� kata Ilham di ruang kerjanya kemarin. Dia menuturkan, upaya pemerintah memberikan pelayanan bagi masyarakat tidak mungkin ditinggalkan. �Toh, layanan kesehatan, kebakaran, atau layanan masyarakat lainnya tetap dibutuhkan masyarakat dan tidak ada istilah libur,� tutur Ilham.
Sementara itu, Bupati Sumedang Don Murdono dengan tegas menolak instruksi Presiden SBY yang meminta seluruh jajaran pemda �tetap berada di tempat� saat Lebaran nanti. Menurutnya, instruksi itu kontradiktif dengan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri yang memberlakukan cuti bersama 12–19 Oktober 2007. �Kalau lihat ketentuan cuti bersama, maka instruksi itu sangat kontradiktif,� ujar Don di Gedung Negara,Kab Sumedang,kemarin.
Dengan pertimbangan itu, menurut Don, pihaknya tidak akan mengeluarkan instruksi agar seluruh jajarannya tetap bekerja setelah Idul Fitri, selama cuti bersama diberlakukan. Instruksi agar stand by hanya diberikannya khusus kepada pejabat dan personel yang terkait langsung dengan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, seperti Dinas Perhubungan dan Telematika, UPTD Pemadam Kebakaran, dan Dinas Pekerjaan Umum. (andi amriani/haryuna rahman/ donatus nador/rudini/raka zaipul/slamet parsono/yogi pasha/toni kamajaya)Sumber :www.seputar-indonesia.com

