Beranda > Berita > Perajin Batik Tak Perlu Khawatir
Penegasan tersebut disampaikan Ani Yudhoyono saat menjawab pertanyaan perajin batik tradisional asal Kabupaten Garut, Erwin.Kepada Ibu Negara, Erwin mengaku khawatir dengan masuknya batik cap asal China ke Indonesia setelah pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas China-ASEAN (CAFTA) mulai 1 Januari 2010. “Kita tidak usah khawatir dengan adanya pasar bebas ini karena batik tradisional kita sudah memiliki identitas sendiri, seperti cara pembuatannya dengan ditulisi sendiri,” tutur Ibu Negara saat melakukan dialog dengan pebatik tradisional Jawa Barat di Gedung Badan Koordinasi Pembangunan dan Pemerintah Cirebon kemarin.
Dia mengatakan, proses produksi batik tulis tradisional Indonesia merupakan warisan budaya yang tidak dimiliki negara lain.Namun, hal itu harus terus disosialisasikan dengan menjelaskan pengertian antara batik tulis dan batik cap. Ani Yudhoyono juga mengharapkan industri batik di Tanah Air terus dikembangkan dan dapat beregenerasi terus menerus. Dia berharapbatikbisamenjadiikonIndonesia.“ Jangan sampai kita malas mengembangkan batik,kemudian 15 tahun lagi batik berkembang di negara tertentu.Jangan sampai batikyangsudahditetapkanUNESCO (sebagai warisan budaya dunia) ini ketinggalan,”ujarnya.
Silaturahmi dengan perajin batik tradisional Jabar dilakukan Ibu Negara bersama seluruh jajaran Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).Ikut hadir pula dalam acara ini Ibu Herawati Boediono, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, serta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Tampak pula Ibu Liliana Tanoesoedibjo, Ibu Nina Akbar Tandjung, Ibu Poppy Hayono Isman, serta para istri duta besar negara sahabat. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Ketua Yayasan Batik Jabar Sendy Dede Yusuf juga hadir dalam acara tersebut. Ani Yudhoyono mengungkapkan alas an kenapa memilih Cirebon.
“Mengapa memilih Cirebon untuk kegiatan pemantauan perkembangan batik tradisional ini? Karena saya ingin mengetahui secara langsung apakah batik di Cirebon masih diproduksi atau tidak,”ujarnya. Ibu Negara dan rombongan juga melihat pameran hasil produksi batik tradisional Jabar. Dalam kesempatan itu Ani Yudhoyono mencoba menorehkan tinta untuk membuat batik tradisional. ”Aku masih ingin melihat batik Indonesia hidup seribu tahun lagi,” tuturnya di hadapan puluhan wartawan dan pengunjung. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menargetkan ekspor kain dan pakaian bermotif batik pada tahun ini bisa mencapai USD30 juta atau hampir sama dengan pencapaian 2008.
Mari mengatakan,pada 2009 nilai ekspor kain dan produk pakaian batik turun, hanya mencapai USD17 juta.Sementara pada 2008 mencapai USD32 juta. “Kain batik dan produk fashion batik banyak diekspor ke Eropa dan Amerika. Selama 2009 terjadi krisis ekonomi yang memengaruhi ekspor batik ke negara tersebut,” paparnya.Mari menambahkan,untuk merealisasikan target, pasar ekspor batik harus diperluas tidak hanya ke Eropa dan Amerika.
Menggunakan kereta api luar biasa kepresidenan, Ibu Negara menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon selama hampir tiga jam.Selama dalam perjalanan Ibu Negara beramah-tamah dengan para tamu undangan. (tantan sulthon/ rarasati syarief)
Ket.Gambar:
MEMBATIK Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Ibu Herawati Boediono (kiri) mencoba menorehkan tinta batik saat meninjau pameran batik tradisional Jawa Barat di Gedung Badan Koordinasi Pembangunan dan Pemerintahan (BKPP) Cirebon kemarin.