Semua WNI di Chili Selamat ; BMKG: Tsunami Tak Sampai ke Indonesia

"Semua selamat, ada 104 orang WNI (sumber lain menyebutkan ada 181 orang WNI-red)," kata Teguh ketika dihubungi Antara di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, sebagian besar WNI yang berada di Chili tinggal di ibukota Chili, Santiago sehingga selamat dari bencana gempa itu yang menghantam kota Conception, Chili selatan-tengah, dengan kedalaman 35 kilometer.

"Sampai hari ini sudah dipastikan semua WNI aman," katanya seraya menambahkan bahwa perwakilan RI di Chili juga telah beroperasi seperti biasa.

Sementara itu, jaringan pemberitaan "Australian Broadcasting Corporation" (ABC) melaporkan hampir seluruh negara di Pasifik, termasuk Australia, sudah mengeluarkan peringatan ancaman tsunami.

Getaran gempa yang terjadi sekitar Pukul 03.34 waktu setempat atau 13.34 WIB itu tidak hanya dirasakan di Tonga dan Samoa tetapi juga Selandia Baru. Bahkan, wilayah Hawai (Amerika Serikat), Rusia dan Jepang juga dalam kondisi waspada.

Gelombang setinggi empat meter telah mencapai pantai Kepulauan Marquesas, Polinesia Prancis, namun tidak ada laporan tentang korban jiwa akibat tsunami tersebut. Gelombang setinggi dua meter juga menghantam pulau-pulau di dekat pusat gempa di utara kota "Conception" namun kekuatannya diperkirakan melemah saat bergerak ke kawasan perairan Pasifik.

Gempa di Chili itu merusak sejumlah bangunan di ibukota Santiago dan memutus aliran telepon dan listrik di beberapa bagian negara itu. Seorang warga Chili bahkan menggambarkan gempa berkekuatan 8,8 pada Skala Richter itu seperti "kiamat".

Tsunami

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan tsunami yang dipicu gempa 8,8 SR di Chili tak akan sampai ke Indonesia.

Dari pantauan BMKG pada Minggu (28/2) pukul 10.30 WIT, di Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, tidak terpantau adanya atau kemungkinan adanya tsunami.

"Saya kira tidak akan sampai," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Fauzi, saat dihubungi detikcom.

Namun, katanya, kalaupun ada, tsunami tidak akan berdampak apa-apa bagi masyarakat. "Paling beberapa sentimeter," ujarnya.

Fauzi menambahkan, BMKG tidak pernah mengeluarkan peringatan tsunami terkait gempa di Chili. Hal ini karena BMKG sudah melihat tsunami tidak akan signifikan sampai ke Indonesia. (Ant/dtc)

 

Sumber :Harian Analisa