Polisi Mulai Kawal Pemudik Bermotor
Pengawalan mulai dilakukan sejak Minggu (5/9/2010) dan akan terus berlangsung hingga H-1 Idul Fitri pada Jumat (10/9) mendatang. Pengawalan sebenarnya dijadwalkan sejak Sabtu (4/9) lalu, tapi karena jumlah pemudik sepeda motor sedikit maka urung dilaksanakan. "Sebab mulai saat ini jumlah pemudik sepeda motor mulai naik, sehingga kami lakukan pengawalan, meski jadwalnya sudah sejak kemarin," jelas AKP Sarpani, Kasatlantas Polres Lamsel, Minggu (5/9).
Bentuk teknis pengawalan adalah dengan memberhentikan semua pemudik sepeda motor yang baru turun dari kapal. Setelah terkumpul lebih dari tiga ratus sepeda motor barulah rombongan diberangkatkan. Pengawalan itu tidak ditentukan berdasarkan jam, tapi tergantung jumlah sepeda motor dari tiap kapal, dan hanya dilakukan pada siang hari dengan alasan jika malam hari bisa membahayakan pengendara motor sendiri.
Satlantas Polres Lamsel mengarahkan lima kendaraan patroli untuk pengawalan ini dengan sistim bergantian. Pengawalan pun tidak sepenuhnya sampai di Bandar Lampung tergantung dari jumlah sepeda motor. "Sepanjang Jalinsum ini banyak persipangan jika pemudik sepeda motor sudah banyak yang berpencar atau jumlahnya menjadi sedikit maka pengawalan hanya sampai di sana. Tapi ada juga yang sampai Bandar Lampung," ujar Sarpani.
Di lain pihak, seandainya sampai perbatasan Lamsel-Bandar Lampung jumlah pemudik bermotor masih banyak, maka pengawalan berlanjut dengan dua sepeda motor patroli Polres Lamsel. Hal ini karena mobil patroli harus kembali lagi ke Bakauheni.
Pengawalan pemudik bermotor memang sudah menjadi agenda dari Satlantas Polres Lamsel. Hal itu pernah ditegaskan Kapolres Lamsel AKBP Bahagia Dachi, dengan alasan untuk pelayanan kepada masyarakat. Kendati keputusan Mentri Perhubungan peemudik sepeda motor sudah dilarang, tapi untuk Lamsel hal itu belum berlaku mutlak.
Sumber :Kompas

