Mensos Dampingi Anak Yatim Belanja
Para anak yatim dan dhuafa dari Jakarta dan sekitarnya, diajak berbelanja kebutuhan lebaran di gerai pasar swalayan tersebut. Kegiatan berbelanja bersama ini digagas lembaga kemanusiaan nasional Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) bekerja sama dengan Lintasarta Indonesia, Telkom Indonesia, Carrefour Indonesia, serta sejumlah lembaga dan perusahaan lainnya.
Pada kesempatan itu, Mensos mengungkapkan, 99 persen anak jalanan (anjal) yang berdialog dengannya, kebanyakan masih sangat ingin untuk melanjutkan sekolah. "Mereka kebanyakan terbentur biaya," ujarnya.
Maka tak heran, kata Mensos, di bagian lain ketika dia berbincang dengan anjal di jalan, mereka mengaku berada di jalan karena harus mencari uang. Karenanya, untuk menangani orang-orang yang tidak mampu dan anak anak jalanan diperlukan perhatian seluruh komponen bangsa.
"Jadikan anak merasa bangga dan merasa menjadi bagian negeri ini. Sehingga, kelak ke depan menjadi para pelaku pembangunan, kata Mensos pada acara yang juga dihadiri Presiden Komisaris PT Carrefour Indonesia Chairul Tanjung dan Penasihat PKPU Hidayat Nurwahid.
Acara yang bertajuk "Belanja Bareng Yatim" (BBY) itu sesungguhnya berlangsung di 24 titik secara bersamaan se-Indonesia. Kegiatan ini direncanakan diikuti sebanyak 3.333 anak yatim di seluruh Indonesia.
Anak-anak yatim dan dhuafa tersebut diberi kebebasan berbelanja berbagai kebutuhan dengan voucher dari donatur. "Kegiatan ini bagus sekali, di bulan suci apalagi masalah anak banyak sekali. Dengan lembaga sosial yang bergerak, saya pikir ini harus ditiru oleh lembaga-lembaga lain, agar terjadi proses percepatan penanganan masalah anak-anak miskin dan yatim," tutur Mensos.
Dijelaskan Mensos, anak-anak adalah harapan bangsa, sebab mereka yang akan mengisi negeri ini 20 tahun ke depan. Sehingga, mulai sekarang penting untuk turut memikirkan pendidikan dan kesehatan mereka. (Dwi Putro AA)
Sumber :Suarakarya Tags :Berita Nasional
