SBY Nobar Film Lima Elang

SBY beserta rombongan tiba di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta, sejak pukul 17.00 WIB, Kamis (8/9). Tampak di dalam rombongan tersebut adalah Ibu Negara Ani Yudhoyono serta anaknya Agus Harimurti dan Eddy Bhaskoro, menantunya Anissa Pohan dan sang cucu Almira. Turut hadir pula sejumlah Menteri dan Gubernur DKI, Fauzi Bowo.
Presiden dan rombongan menonton film berjudul Lima Elang yang merupakan kado ulang tahun emas atau ke-50 Gerakan Pramuka. Film yang disutradarai Rudi Soedjarwo ini bercerita mengenai lima orang Pramuka dan kehidupan kepramukaan dalam sebuah perkemahaan tingkat provinsi. Mereka berlima berkompetisi untuk bisa mengikuti Jambore nasiona.l
Nampak hadir Ketua Kwartir Nasional Azrul Azwar serta para pengurus Kwartir Nasional Pramuka. Tak ketinggalan pula para pemeran utama film itu yang semuanya anak-anak. "Saya ingin film ini bisa memotivasi, memberi inspirasi pada anak-anak kita. Seperti ini cara yang paling baik mengajak mereka masuk Pramuka. Ini juga membantu membangun karakter baik bagi anak-anak," ungkap SBY
Film tentang pramuka ini merupakan produksi kerjasama antara Kwarnas Gerakan Pramuka dengan SBO Films. "Pramuka itu penting untuk pendidikan watak, kemudian keterampilan, keberanian, kemudian jelajah medan. Saya ingin generasi muda yang ada sekarang ini, di samping cerdas, tapi juga berkarakter bagus," katanya.
SBY mengemukakan bahwa film tidak hanya dikembangkan sebagai industri budaya kreatif tetapi juga dimaksudkan untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa. Oleh karena itu, Presiden menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada segenap sineas dan produser yang senantiasa memberi muatan nilai ekonomi terhadap produk kreatif. "Ini sekaligus mengangkat aspek nilai budaya dalam film," katanya.
Dalam acara nonton bareng itu, Presiden SBY mengenakan baju berwarna hitam dengan jaket hitam menonton film ini didampingi Ibu Hj Ani Bambang Yudhoyono yang menggunakan pakaian senada. Nampak hadir dalam nobar itu, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada kesempatan yang sama juga mengemukakan bahwa untuk membuat film bioskop yang bermutu selain tidak mudah, juga tidak murah. "Namun, kalau kita ingin dan mau melakukan pasti bisa seperti halnya dengan Lima Elang, yang menyusuli beberapa film anak-anak yang lain dan telah diputar lebih dulu beberapa waktu lalu dan mencatat sukses,"jelasnya.(wir)

