Tahun Ketiga, SBY Janjikan Gaya Baru

Selama hampir dua tahun pemerintahan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden SBY) melihat dan merasakan sendiri beberapa kekurangan terkait kinerja pemerintahan pada umumnya dan kabinet pada khususnya. Pihak Istana Kepresidenan mengakui adanya penurunan kepercayaan masyarakat atas kepemimpinan duo SBY-Boediono.
"Ada sejumlah alasan obyektif yang kami mengerti sebagai penyebab penurunan itu. Sebagian karena faktor eksternal dan sebagian lagi karena faktor internal. Kami membereskan yang di dalam, membenahi pekerjaan rumah, dan mencuci yang kotor," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa kepada para wartawan melalui pesan singkat, Minggu (18/9/2011).
Memasuki tahun ketiga, sambung Daniel, Presiden akan memulai gaya pemerintahan yang lebih menggambarkan dinamika di luar istana. "Kami yang di dalam akan lebih seirama dengan derap langkah yang di luar," kata Daniel.
Menurutnya, tak ada kata terlambat untuk memulai gaya pemerintahan yang baru. "Namun, semua orang juga harus tahu bahwa yang kita perlukan adalah kontinuitas, bukan jalan pintas. Berhenti berpikir bahwa ada jalan mudah untuk sebuah transformasi yang sangat mendasar, yang cakupan dan jangkaunnya melampaui ruang negara dan pasar. Masyarakat juga harus berubah dalam cara pandang dan orientasi. Optimis, berpikir positif, dan kritis adalah kombinasi yang konstruktif," kata Daniel.
Sumber :Kompas Tags :Berita Nasional
