Balita Gizi Buruk Meningkat

 


BOGOR – Penderita gizi buruk di Kota Bogor meningkat. Data terakhir yang diperoleh dari Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik Kota Bogor, terdapat 30 balita warga Bogor yang menderita gizi buruk. Sebelumnya pada Mei 2011, tercatat 14 balita positif menderita gizi buruk. 


Peneliti di Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik Kota Bogor, Arnelia menjelaskan, peningkatan jumlah balita penderita gizi buruk di Kota Bogor diketahui setelah program jemput bola.


“Sebelumnya, balita penderita gizi buruk datang langsung ke klinik karena mendapat rujukan dari puskesmas masing-masing. Tapi berhubung kami sedang melakukan penelitan terhadap gizi buruk, kami proaktif menjemput bola langsung dengan datang ke puskesmas-puskesmas,” ujar Arnel, kemarin.


Selain 30 balita penderita gizi buruk yang ditangani Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi, ada 15 balita lain yang masuk kategori kurang gizi. “Tanda-tanda gizi buruk dapat dilihat secara kasatmata seperti seperti iga gambang, wajah seperti orangtua dan perut cekung,” ucapnya.


Sementara itu, dokter Klinik Puslitbang Gizi, dr Bona Simanungkalit, menjelaskan, salah satu faktor penyebab balita menderita gizi buruk ialah asupan gizi terhadap balita tak mencukupi. Ini disebabkan kurangnya pengetahuan orangtua terutama ibu mengenai gizi. 

“Ibu harus dapat memberikan makanan yang kandungan gizinya cukup. Tidak harus mahal, bisa juga diberikan makanan yang murah, asal kualitasnya baik,” ujarnya. 

Dijelaskannya, masalah gizi buruk bukan tanggung jawab satu pihak saja. “Gizi buruk bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, melainkan orangtua dan pemerintah pusat harus sama-sama berkoordinasi satu sama lain,” tandasnya.(ico)JPNN

 

 

Sumber :Jawa Pos
Tags :Berita Daerah