Mesin Cetak e-KTP Sesuai Konsorsium
"Jadi tak ada menggunakan mesin di luar kesepakatan konsorsium. Mesin-mesin yang digunakan berdasarkan kesepakatan dengan konsorsium ," kata Juru Bicara Kemdagri, Reydonnyzar Moenek dihubungi wartawan, Senin (7/11), di Jakarta
Dijelaskan Moenek, pemerintah jamin data kependudukan Indonesia terlindungi dari penyabotan maupun duplikasi pihak asing melalui mesin cetak e-KTP. Itu artinya, data KTP elektronik (e-KTP) tidak akan mudah dibobol karena sudah terlindungi sistem teknologi.
"Orang-orang Indonesia yang mengelola teknologi e-KTP merupakan ahli dan jago di bidangnya," tegasnya.
Dijelaskan Moenek pemerintah sudah menyiapkan 13 mesin cetak dengan kapasitas cetak maksimal 20.000 e-KTP perhari. Menurut dia, uji coba mesin sudah berjalan sepekan, dengan kemampuan cetak sekitar 6.000 sampai 10.000 perhari untuk satu mesin
Moenek mengatakan Kemdagri ke depan akan menambah jumlah mesin cetak hingga 29 unit. Setiap mesin ditargetkan mampu mencetak 600.000 e-KTP perbulan. "Dengan kemampuan dan penambahan mesin, kita yakin target e-KTP untuk 197 kabupaten/kota tercapai," tegasnya.
Pencetakaan e-KTP sudah mulai dilakukan karena perkembangan pelayanan e-KTP terus meningkat. Selain sosialisasi yang semakin luas hingga ke daerah, antusiasme warga untuk membuat e-KTP juga terus meningkat.
Kendati demikian, Moenek mengaku, realisisasi e-KTP patut mendapat perlindungan dari seluruh komponen bangsa agar data - data kependudukan tak jatuh ke tangan asing. Implementasi e-KTP membutuhkan sinergi seluruh komponen bangsa agar program ini berjalan dengan sukses.
.
Hingga 3 November 2011, jumlah wajib e-KTP yang terlayani dan masuk data center Kemdagri sudah sekitar 8.628.356 penduduk
Khusus di DKI Jakarta, jumlah warga yang terlayani sudah sekitar 2,5 juta dari target 7 juta penduduk. "Ini menunjukkan ada peningkatan yang signifikan," kata Moenek.(boy/jpnn)

