SBY Perintahkan Investigasi

Berdasarkan hasil investigasi sementara yang didapatkan Menko Kesra, jembatan yang berusia sekitar 10 tahun tersebut tidak dalam proses perbaikan,melainkan baru masuk tahap persiapan perbaikan. Bahkan,tambah Agung,sejumlah pekerja yang sedang mempersiapkan proses perbaikan ikut menjadi korban luka dalam musibah tersebut. Kemarin,Markas Besar Polri mengirimkan tim ke Kalimantan Timur untuk menyelidiki runtuhnya jembatan.

Tim yang dipimpin langsung Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Komjen Sutarman ini terdiri atas enam petugas dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan dari unit Disaster Victim Identification (DVI) sebanyak lima orang. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar memaparkan, Polri akan melakukan langkah penyelidikan atas insiden yang hingga kemarin menewaskan empat orang tersebut. “Kita lakukan langkah penyelidikan. Kita perlu mempelajari riwayat asal-muasaljembatandibangun, bagaimana proses dari penentuan siapa kontraktornya atau katakanlah tender,”ujar Boy di Jakarta kemarin. Polri menggandeng ahli konstruksi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tim dari ITB dan Polri akan melakukan audit terhadap konstruksi jembatan.Tim penyidik dari Polda Kalimantan Timur yang didukung Bareskrim Mabes Polri hingga kemarin sudah memeriksa 11 saksi. Mereka antara lain masyarakat yang menyaksikan secara langsung runtuhnya jembatan, para pekerja yang tengah melakukan perbaikan jembatan, petugas kepolisian, dan beberapa korban. Boy juga mengungkapkan, ada dugaan korban akibat runtuhnya jembatan bertambah. Berdasarkan keterangan yang didapat dari saksi,ada dua bus yang jatuh langsung ke sungai pada saat jembatan itu ambrol. Diprediksi, 40 orang terjebak dalam bus itu. Polri terus melakukan pencarian korban. 

“Ada bus yang jatuh dan tenggelam. Itu informasi dari masyarakat yang ada di lokasi pada saat kejadian.Kami terus melakukan pencarian untuk mengevakuasi,”ujar Boy. Sebelumnya,Minggu (27/11) pagi, Gubernur Awang Faroek memberikan rilis sebanyak 22 orang hilang. “Itu data yang kita himpun sampai tadi pagi. Untuk yang belum ditemukan akan dilakukan pencarian oleh tim SAR,” ujar Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. ● amir syarifuddin/krisiandi sacawisastra/heru febrianto 

Ket.Gambar:

TENGGARONG– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan aparat agar segera melakukan investigasi ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sumber :Seputar Indonesia
Tags :Berita Nasional