Indonesia Jembatan Perekonomian Asia

Perkembangan Indonesia saat ini membuat Jerman semakin yakin untuk meningkatkan investasinya. Dalam keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia terkenal sebagai negara yang berhasil dalam bidang ekonomi dan kaya sumber daya alam.“Saya sangat terkesan dengan kebangkitan Indonesia kembali dikawasan Asia.Jerman sangat berminat untuk menjalin hubungan kedua negara,” ujar Wulff saat menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta,kemarin.

Menurutnya, Jerman sangat terkesan dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang diiringi iklim demokrasi yang baik serta berjalannya penegakan hukum dan keamanan. Atas perkembangan positif ini, Pemerintah Jerman akan kembali datang ke Indonesia untuk meningkatkan komitmen kerja sama di bidang perekonomian. “Tahun depan akan banyak menteri ekonomi yang datang ke negeri ini bersama Kanselir Angela Merkel. Kedatangan mereka adalah untuk melakukan investasi di Indonesia dalam berbagai bidang seperti green energy,sumber daya alam terbarukan, dan sebagainya,” ungkap Wulff.

Christian Wulff melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia untuk memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pernah mengunjungi Jerman pada Desember 2009. Selama tiga hari berada di Indonesia, Wulff melakukan serangkaian kegiatan seperti menghadiri pertemuan bisnis dengan komunitas Jerman di Indonesia, memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, serta bertemu mantan Presiden BJ Habibie. Saat menyampaikan keterangan pers bersama Presiden SBY,Wulff memuji cara Indonesia mengelola dan mengatasi krisis.

Indonesia menjadi contoh yang baik lantaran ekonominya sangat terkonsolidasi dan selalu berusaha untuk hemat. “Kita (pemerintah) memang harus bertanggung jawab terhadap masa depan ekonomi agar kita terbebas dari krisis,”katanya. Sementara itu, Presiden SBY mengatakan, kunjungan kali ini bersejarah lantaran Presiden Wulff baru pertama kali datang ke Indonesia. Kedatangan Presiden Jerman tahun ini dan Kanselir Angela Merkel pada 2012 sekaligus untuk menyongsong 60 tahun hubungan diplomatik RI Jerman yang jatuh pada tahun depan.

Dalam pertemuan antara kedua kepala negara kemarin dibahas berbagai isu yang fundamental. Semisal dalam peningkatan kerja sama strategis, Presiden SBY mengusulkan lima bidang utama sebagai prioritas kerja sama,yakni investasi dan perdagangan; kesehatan; pendidikan; teknologi dan komunikasi; serta keamanan.Menurut Presiden SBY, investasi Jerman di Indonesia saat ini sekitar USD300 juta. “Bagi kedua negara, angka ini bisa ditingkatkan lebih baik lagi. Indonesia punya Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),dan saya undang Jerman untuk menjadi salah satu strategic partner,”ucapnya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dalam pembicaraan bilateral kedua negara terungkap bahwa Jerman akan menawarkan kepada negara-negara Uni Eropa lainnya untuk berinvestasi di Indonesia. Kanselir Jerman Angela Markel menurutnya juga akan membawa misi dagang yang besar. “Saat ini hanya 50 perusahaan (Jerman) di Indonesia, sementara Jepang itu ratusan. Perusahaan yang akan ditingkatkan itu nanti misalnya sektor automotif,turbin,di bidang teknologi ada Siemens dan industri obat,”tandasnya.

Peran Penting

Di bagian lain, saat memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia (UI),Depok, Jawa Barat,Presiden Christian Wulff mengatakan, Indonesia berperan penting dalam memimpin dan membangun kawasan ASEAN. “Hal ini dibuktikan dengan kepemimpinan di ASEAN yang dinilai berhasil,” katanya.Dia menilai Indonesia dan Jerman mempunyai kesamaan.Indonesia mempunyai peran di ASEAN, sedangkan Jerman berperan di Uni Eropa. Eropa dan ASEAN bisa bertukar pengalaman lantaran ASEAN bisa belajar dari Eropa yang telah lebih dahulu menjalankan pasar domestik kawasan.

Dia menambahkan, generasi muda juga perlu mengetahui tentang krisis ekonomi di Eropa yang dipicu masalah utang.Hampir seluruh wilayah dunia memiliki masalah utang yang harus ditanggung generasi selanjutnya.“Kita seharusnya tidak membayar utang dengan utang,”ujarnya. Dalam kuliah umum tersebut, Presiden Jerman juga menyinggung masalah perubahan iklim.Dia mengatakan,PBB sudah mengingatkan bahaya perubahan iklim yang ekstrem. “Kita harus sama-sama mengurangi CO2 untuk meredam laju kenaikan suhu di muka bumi, yang bisa menyebabkan berbagai bencana alam,”katanya.

Dia berharap hutan-hutan harus ditanam ulang lantaran pohon berperan penting sebagai pereduksi CO2. Semua negara mesti peduli terhadap keadaan bumi. Presiden Wulff mengakui memang ada keuntungan jangka pendek ketika mengeksploitasi alam.Namun, manusia mesti memikirkan dan menghindari kerugian jangka panjangnya. ● rarasati syarief/ant

Ket.Gambar:

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut kedatangan Presiden Republik Federal Jerman Christian Wulff saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Sumber :Seputar Indonesia
Tags :Berita Nasional