Tembok Ambruk, Delapan Tewas

Hingga pukul 20.00 wita dilaporkan delapan orang tewas tertimbunan material tembok bangunan dan tanah. Sementara 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban dilarikan di beberapa rumah sakit berbeda untuk menjalani perawatan intensif. Yakni, RS Faisal, RS Ibnu Sina, dan RS Wahidin Sudirohusodo.  Tembok perumahan tersebut memiliki tinggi sekira tujuh meter.

Namun, ketinggian tembok tidak didukung dengan kuatnya pondasi. Bahkan, dari informasi yang didapatkan tembok tersebut masih berusia beberapa bulan. Awalnya, tembok memiliki tinggi sekira tiga hingga empat meter. Berselang beberapa bulan kemudian ditambah menjadi tujuh meter.

 

Sayangnya, ketinggian tembok bangunan tidak disertai dengan perbaikan dari segi pondasi. Perkiraan sementara dari pihak kepolisian, tembok pembatas yang tingginya sekira tujuh meter diperkirakan tidak sanggup menahan beban timbunan tanah yang ada di baliknya. Hujan deras selama beberapa hari terakhir ini membuat berat tanah menjadi lebih berat.

Juga, tanah yang sudah bercampur air tersebut bergerak menerobos dan merubuhkan tembok pembatas hingga menimpa jejeran rumah warga yang ada di baliknya. Tanda-tanda tembok tidak mampu menahan beban berat tanah timbunan di lokasi itu telah diketahui sebagian korban. Salah satunya, Ruslan. Korban yang berhasil selamat dari kejadian ini merasakan hal itu pada malam harinya.

Terdengar suara pasir yang jatuh di atas atap rumahnya. Tidak hanya itu, bahkan sekira pukul 11.00 wita beberapa titik di bagian tembok tersebut terlihat mulai retak. Berselang beberapa jam kemudian dinding mulai miring dan balok penyangga rumah menjadi bengkok.

"Melihat itu saya langsung lari keluar rumah. Saya panggil istri saya. Mertua saya meninggal (Dg Jarre)," kata Ruslan. Praktis hartanya yang tersisa dari kejadian ini hanya satu unit sepeda motor merek Suzuki Satria Fu, yang cicilannya belum lunas.

Setelah kejadian ini, beberapa warga mulai melakukan pencarian dan meminta bantuan ke pihak kepolisian dan diteruskan ke sejumlah instansi terkait, seperti, TNI, Basarnas, PMI, dan organisasi lainnya. Dari catatan basarnas terdapat sekira 16 orang yang berhasil dievakuasi dalam kejadian ini.

"Pencarian dihentikan karena dari informasi seluruh warga yang dianggap hilang sudah ditemukan. Tapi, ini masih sementara. Hanya ada delapan orang yang tewas hingga saat ini," terang, Humas Basarnas Sulsel, Hamsidar. Sementara itu, pasca kejadian ini seluruh lokasi mulai ditandai dengan police line.

"Lokasi kejadian sudah kami pasangi garis polisi, jadi sudah pasti lahan perumahan tempat timbunan tanah yang longsor tersebut untuk sementara dihentikan pengerjaannya. Kami juga akan mengutus tim untuk menyelidiki penyebab longsornya timbunan tanah tersebut" tambah Kapolsek Panakukan, Kompol Akbar.

Terpisah, Project Manager The Mutiara, Ariduto, menyatakan, permohonan maafnya kepada seluruh keluarga korban. Dia menegaskan, dalam kejadian tersebut sama sekali tidak ada unsur kesengajaan. Tetapi, murni karena cuaca ekstrem. "Kami siapkan biaya santunan. Baik yang meninggal maupun yang sakit. Kami minta maaf atas kejadian ini," bebernya. (fajar)

Ket.Gambar:

TEMBOK RUBUH - Petugas SAR dan warga menyisir lokasi reruntuhan bangunan di Jalan Sukadamai, Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Minggu, 4 Desember. IDHAM AMA/FAJAR/JPNN

Sumber :Jawa Pos
Tags :Berita Daerah