SBY: Mari Berhenti Korupsi

Presiden merasa sangat prihatin karena praktik korupsi masih banyak terjadi di pemerintahan pusat dan daerah. “Mari kita berhenti korupsi. Penegak hukum harus berani kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah, jangan ragu-ragu untuk memberikan nasihat apakah tindakannya melanggar hukum atau tidak,” ujar Presiden saat menggelar rapat kerja pemerintah (RKP) tahun 2012 di Jakarta kemarin.


Presiden menjelaskan, pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan korupsi dengan meningkatkan gaji pejabat dan pegawai negara. Bagi para pejabat negara di daerah yang belum mendapatkan gaji layak,Menteri Keuangan secara khusus telah diminta untuk meninjau kembali gaji pejabat tersebut. RKP Tahun 2012 dihadiri seluruhgubernur, bupati,danwali kota.


Rapat kerja yang berlangsung selama sehari penuh itu juga dihadiri pimpinan DPRD provinsi,jajaranTNI,Polri,anggota Komite Ekonomi Nasional, anggota Komite Inovasi Nasional, dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Kepada seluruh pejabat negara tersebut, Presiden meminta agar semua pihak bisa mencegah penggunaan anggaran negara untuk kepentingan politik dan perseorangan, semisal kegiatan pemilihan umum kepala daerah.


Dalam kesempatan ini,mantan Menteri Pertambangan dan Energi ini juga mengutarakan dirinya merasa malu karena perihal maraknya pungutan liar di Indonesia telah tersebar luas . “Beritanya buruk sekali dan tersebar ke seluruh dunia. Mereka mengatakan jangan berinvestasi di Indonesia,pungutan liarnya banyak sekali. Cegah dan hentikan ini,”kata dia


Pada 2012 , lanjut Presiden, tugas pemerintah sangat berat karena harus menyukseskan berbagai program kesejahteraan rakyat di tengah guncangan krisis global. Misi dan sasaran pemerintah tahun ini antara lain mencapai pertumbuhan 6,7%, inflasi 5,3%,pengurangan pengangguran 6,4%,dan pengurangan kemiskinan 10,5%. Selain menghadapi tantangan dan ketegangan politik di luar negeri, Presiden juga mengingatkan kondisi di dalam negeri yang terus memanas menjelang Pemilu 2014


Untuk itu, seluruh pejabat negara di tingkat pusat dan daerah harus menyukseskan pelaksanaan kerja pemerintah sesuai RKP 2012 dan APBN 2012 serta RKPD 2012 dan APBD 2012. “Lakukan sepenuhnya, jangan setengah-setengah. Tahun 2012 harus kita kembangkan potensi yang kita miliki dan yang belum kita berdayakan,” kata alumni terbaik Akabri 1973 ini.


Wakil Presiden Boediono mengungkapkan bahwa 2012 akan menjadi tahun yang sulit bagi Indonesia karena berbagai kondisi perekonomian global. Meski demikian, Indonesia akan tetap optimistis bisa melewati dengan berbagai capaian ekonomi yang baik seperti tahun lalu. “Menurut berbagai pihak, tahun ini tahun yang tidak terlalu ramah bagi berbagai negara di dunia.Tapi kita harus bersyukur bisa melewati 2011 dan kita optimis tahun 2012 bisa melaksanakan kinerja yang lebih tinggi lagi,”jelasnya pada kesempatan sama. 

Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia itu, terdapat lima hal yang menentukan kinerja pemerintah pada 2012,yakni isu stabilitas sosial dan politik, mencukupi kebutuhan dasar, lapangan pekerjaan, tata kelola pemerintahan, dan mengatasi masalah kemiskinan. _ rarasati syarief 

Sumber :Seputar Indonesia
Tags :Berita Nasional